KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN AMBON

12/12/2018 - 04:12 PM
Selamat Datang Di Website BBPPTP Ambon     ASN BBPPTP Ambon Tidak Menerima Gratifikasi Dalam Pelaksanaan Tugas Sesuai Yang Berlaku

Download

No Gambar Judul Keterangan Aksi
1 Lihat SOP UJI EFIKASI METABOLIT SEKUNDER

SOP I: EFIKASI METABOLIT SEKUNDER KE HAMA PENGGEREK

 

Rancangan: RAK

 

Perlakuan: Dosis atau frekuensi

  1. Dosis:
  2. Frekuensi: 1, 2, dan3 kali

 

Bahan: 1. MS jamur entomopatogen (Bb dan Ma)

 

Alat     : 1. Selang infus

  1. botol infus atau botol bekas minuman air
  2. bor kayu
  3. tali rafia
  4. ember platik, gayung plastik, pengaduk, penyaring
  5. plastik tebal
  6. cangkul atau sejenisnya

 

Prosedur:

  1. Infus Batag:
  2. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur entomopatogen
  3. Tentukan tanaman uji efikasi yang bergejala serangan hama penggerek
  4. Lubangi batang tanaman di bagian pangkal batang setinggi sekitar 10 cm dari permukaan tanah, dengan alat bor kayu, dengan kedalaman 2-3cm, posisi miring kebawah dengan sudut 45-600 untuk tanaman dikotil. Untuk tanaman monokotil dengan kedalama maksimum setengah lingkar batang dengan posisi miring kebawah. Untuk infus batang minimal diameter batang 10cm.
  5. Isi botol infus atau botol bekas minuman dengan larutan metabolit sekunder (botol bekas minuman kemudian ditutup dengan penutupnya rapat-rapat kemudian tutup botol dilubangi sesuai dengan lubang ujung selang infus)
  6. Pasang selang infus ke botol tersebut
  7. Letakkan botol di batang atau ranting bagian atas dan diikat
  8. Masukkan jarum selang infus ke dalam lubang yang telah dibuat.
  9. Atur tetesan larutan dengan menaik-turunkan tombol infus sehingga diperoleh tetesan larutan.
  10. Isi ulang larutan di dalam botol apabila larutan habis. Pengisian ulang sampai tiga kali.
  11. Lindungi botol dari sinar matahari langsung dengan cara menutupi botol dengan daun atau kertas.

 

  1. Infus Akar
  2. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur entomopatogen
  3. Isi kantung plastik dengan larutan tersebut
  4. Gali tanah di sekitar tanaman uji dengan jarak antara 50-75 cm dari batang
  5. Temukan ujung akar tanaman minimum di 4 posisi arah mata angin atau berseberangan untuk tanaman di lapangan, sedangkan tanaman di polybag hanya 1 arah.
  6. Potong melintang ujung akar tersebut dan masukkan ke dalam kantung plastik berisi larutan metabolit sekunder
  7. Ikat mulut kantung plastik dengan ikatan atau simpul hidup
  8. Kembalikan akar ke posisi semula dan timbun dengan tanah
  9. Tandai posisi akar tersebut
  10. Ulang pemberian larutan metabolit sekunder sesuai perlakuan

 

Parameter:

  1. Jumlah tunas baru?
  2. Jumlah daun per ranting?
  3. Luas serangan?


 

SOP II: EFIKASI MS KE HAMA PENGISAP

 

Rancangan: RAK

 

Perlakuan: Dosis atau Frekuensi

 

Bahan: 1. MS jamur entomopatogen (Bb dan Ma)

 

Alat     : 1. Selang infus

  1. botol infus atau botol bekas minuman air
  2. bor kayu
  3. tali rafia
  4. ember platik, gayung plastik, pengaduk, penyaring

              6 Plastik tebal

  1. Alat penggali tanah

 

Prosedur:

  1. Infus Batag:
  2. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur entomopatogen
  3. Tentukan tanaman uji efikasi yang bergejala serangan hama penggerek
  4. Lubangi batang tanaman di bagian pangkal batang setinggi sekitar 10 cm dari permukaan tanah, dengan alat bor kayu, dengan kedalaman 2-3cm, posisi miring kebawah dengan sudut 45-600 untuk tanaman dikotil. Untuk tanaman monokotil dengan kedalama maksimum setengah lingkar batang dengan posisi miring kebawah. Untuk infus batang minimal diameter batang 10cm.
  5. Isi botol infus atau botol bekas minuman dengan larutan metabolit sekunder (botol bekas minuman kemudian ditutup dengan penutupnya rapat-rapat kemudian tutup botol dilubangi sesuai dengan lubang ujung selang infus)
  6. Pasang selang infus ke botol tersebut
  7. Letakkan botol di batang atau ranting bagian atas dan diikat
  8. Masukkan jarum selang infus ke dalam lubang yang telah dibuat.
  9. Atur tetesan larutan dengan menaik-turunkan tombol infus sehingga diperoleh tetesan larutan.
  10. Isi ulang larutan di dalam botol apabila larutan habis. Pengisian ulang sampai tiga kali.
  11. Lindungi botol dari sinar matahari langsung dengan cara menutupi botol dengan daun atau kertas.

 

  1. Infus Akar
  2. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur entomopatogen
  3. Isi kantung plastik dengan larutan tersebut
  4. Gali tanah di sekitar tanaman uji dengan jarak antara 50-75 cm dari batang
  5. Temukan ujung akar tanaman minimum di 4 posisi arah mata angin atau berseberangan untuk tanaman di lapangan, sedangkan tanaman di polybag hanya 1 arah.
  6. Potong melintang ujung akar tersebut dan masukkan ke dalam kantung plastik berisi larutan metabolit sekunder
  7. Ikat mulut kantung plastik dengan ikatan atau simpul hidup
  8. Kembalikan akar ke posisi semula dan timbun dengan tanah
  9. Tandai posisi akar tersebut
  10. Ulang pemberian larutan metabolit sekunder sesuai perlakuan

 

Parameter:

  1. Jumah tunas baru
  2. Jumlah daun per ranting?
  3. Jumlah serangga hidup sebelum perlakuan
  4. Jumlah serangga hidup setelah perlakuan
  5. Luas serangan

 

 

tambahan perekat alami: getah daun gedi, kembang sepatu, waru, dll.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SOP III: EFIKASI MS KE PENYAKIT BENIH

 

Rancangan: RAK

 

Perlakuan: Dosis dan Lama Perendaman

Ulangan: sesuai jumlah perlakuan dan akan di uji berapa lama waktu rendam

 

Bahan: 1. MS jamur Trichoderma spp.

  1. Benih

 

Alat     : 1. ember platik, gayung plastik, pengaduk, penyaring

 

Prosedur:

  1. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur Trichoderma spp
  2. Masukkan benih yang akan diperlakukan ke dalam wadah
  3. Rendam benih dengan larutan yang sudah disiapkan sampai benih terendam semua.
  4. Keringkan dengan meletakkan benih tersebut di atas kertas hisap (kertas saring atau kertas merang atau kertas koran bekas)
  5. Tanam benih tersebut dalam media tanam

 

Parameter:

  1. Persentase perkecambahan
  2. Jumlah benih mati


 

SOP IV: EFIKASI MS KE PENYAKIT PEMBULUH

 

Rancangan: RAK

 

Perlakuan: Dosis dan frekuensi

 

Bahan: 1. MS jamur Trichoderma spp.                                            

 

Alat     : 1. Selang infus

  1. botol infus atau botol bekas minuman air
  2. bor kayu
  3. tali rafia
  4. ember platik, gayung plastik, pengaduk, penyaring
  5. plastik tebal
  6. alat penggali tanah

 

Prosedur:

  1. Infus Batang
  2. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur Trichoderma
  3. Tentukan tanaman uji efikasi yang bergejala serangan pathogen bergejala penyakit pembuluh
  4. Lubangi batang tanaman di bagian pangkal batang setinggi sekitar 10 cm dari permukaan tanah, dengan alat bor kayu
  5. Isi botol infus atau botol bekas minuman dengan larutan metabolit sekunder (botol bekas minuman kemudian ditutup dengan penutupnya rapat-rapat kemudian tutup botol dilubangi sesuai dengan lubang ujung selang infus)
  6. Pasang selang infus ke botol tersebut
  7. Letakkan botol di batang atau ranting bagian atas dan diikat
  8. Masukkan jarum selang infus ke dalam lubang yang telah dibuat.
  9. Atur tetesan larutan dengan menaik-turunkan tombol infus sehingga diperoleh tetesan larutan.
  10. Isi ulang larutan di dalam botol apabila larutan habis. Pengisian ulang sampai tiga kali.
  11. Lindungi botol dari sinar matahari langsung dengan cara menutupi botol dengan daun atau kertas.

 

  1. Infus Akar
  • Siapkan larutan metabolit sekunder jamur Trichoderma spp
  • Isi kantung plastik dengan larutan tersebut
  • Gali tanah di sekitar tanaman uji dengan jarak antara 50-75 cm dari batang
  • Temukan ujung akar tanaman
  • Potong melintang ujung akar tersebut dan masukkan ke dalam kantung plastik berisi larutan metabolit sekunder
  • Ikat mulut kantung plastik dengan ikatan atau simpul hidup
  • Kembalikan akar ke posisi semula dan timbun dengan tanah
  • Tandai posisi akar tersebut
  • Ulang pemberian larutan metabolit sekunder sesuai perlakuan

 

Parameter:

  1. Masa inkubasi
  2. Intensitas Penyakit
  3. Tingkat serangan atau keparahan
  4. Komponen pendukung (suhu, kelembaban, cahaya matahari, dll)


 

SOP V: EFIKASI MS KE PENYAKT NON-PEMBULUH

 

Rancangan: RAK

 

Perlakuan: Dosis atau frekuensi

Ulangan: penyemprotan sampai 3-5 kali dengan interval 1-2 minggu

 

 

Bahan  : MS jamur Trichoderma spp.

 

Alat     : 1. Ember, gayung, pengaduk, penyaring

  1. alat semprot, corong plastik

 

Prosedur:

  1. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur Trichoderma
  2. Tentukan tanaman yang akan diperlakukan (misalnya kakao untuk penyakit busuk buah)
  3. Isi alat semprot dengan larutan tersebut
  4. Atur nozel agar dapat berkabut
  5. Semprot bagian tanaman secara merata (batang, cabang, bunga, buah, dan lainnya)
  6. Semprot juga permukaan tanah di sekitar batang tanaman dengan rata

 

Parameter:

  1. Masa inkubasi
  2. Intensitas Penyakit
  3. Tingkat keparahan
  4. Luas serangan


 

SOP VI: EFIKASI MS KE PENYAKT PASCAPANEN

 

Rancangan: RAL

 

Perlakuan: Dosis dan Lama perendaman

 

 

Bahan: 1. MS jamur Trichoderma spp.

  1. produk pascapanen

 

Alat     : 1. ember platik, gayung plastik, pengaduk, penyaring

 

Prosedur:

  1. Siapkan larutan metabolit sekunder jamur Trichoderma spp
  2. Masukkan produk pascapanen yang akan diperlakukan ke dalam wadah
  3. Rendam produk dengan larutan yang sudah disiapkan sampai benih terendam semua.
  4. Biarkan selama 30-60 menit sesuai dengan besar kecilnya produk
  5. Keringkan dengan meletakkan produk tersebut di atas kertas hisap (kertas saring atau kertas merang atau kertas koran bekas)
  6. Jemur di sinar matahari sampai mencapai kadar air tertentu

 

Parameter:

  1. Masa Inkubasi
  2. Intensitas Penyakit
  3. Tingkat serangan
Download
2 Lihat Juknis Download
3 Lihat Dokumen kerjasama

Dokumen ini berisi kerjasama 

Download
4 Lihat Laporan Akhir Tahun

Laporan Untuk Tahun Esok

Download
5 Lihat Laporan Tahun Depan

Laporan Untuk Tahun 2018

Download
6 Lihat Laporan Tahun Kemarin

Laporan Tahun 2016

Download

Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 24
Total pengunjung : 8118

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Pertanian Passo Ambon
Telp. : (0911) 361203. Email : balaibesarambon@pertanian.go.id