KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN AMBON

24/10/2018 - 04:31 AM
Selamat Datang Di Website BBPPTP Ambon     ASN BBPPTP Ambon Tidak Menerima Gratifikasi Dalam Pelaksanaan Tugas Sesuai Yang Berlaku

MONITORING PENYAKIT BUSUK BUAH PALA DI KELURAHAN GURABUNGA, KECAMATAN TIDORE, PULAU TIDORE

Di Publish Pada : 31/05/2018 | Kategori : Proteksi

MONITORING PENYAKIT BUSUK BUAH PALA DI KELURAHAN GURABUNGA, KECAMATAN TIDORE, PULAU TIDORE

 

Pendahuluan

Kelurahan Gurabunga merupakan salah satu sentra komoditas perkebunan, terutama komoditas pala dan cengkih. Kelurahan Gurabunga menjadi setral sumber benih pala. Sember benih yang sudah mendapatkan SK Menteri Pertanian meliputi Pala Tidore 1 dan 2. Secara topografis, kelurahan Gurabunga terletak di bawah kaki Gunung Marinjang, atau yang lebih dikenal dengan nama Kie Matubu dengan titk koordinat 0?40’27” LU, 127?25’16 BT” dengan ketinggian 705 meter dpl. Salah satu faktor yang merupakan kendala bagi peningkatan produksi pala adalah masalah hama dan penyakit. Menurut pengakuan para petani bahwa penyakit yang menyerang pada musim hujan dan saat musim buah adalah busuk buah. Penduduk Gurabunga pada umumnya mengusahakan tanaman pala sebagai salah satu komoditi utama selain cengkih. Berdasarkan pengamatan terhadap areal pertanaman pala yang diusahakan petani setempat, terlihat adanya serangan penyakit busuk buah. Besar kerusakan yang ditimbulkan sebagai akibat serangan penyakit belum diketahui. Untuk itu perlu dilakukan monitoring serangan penyakit busuk buah pala di Gurabunga. Tujuan dari monitonig ini adalah untuk mengetahui intensitas serangan penyakit busuk buah pala di kelurahan Gurabunga, Kota Kepulauan Tidore.

Metode Pengamatan

Pengamatan intensitas serangan dilakukan di lima kebun dengan masing-masing luas kebun 1 ha, kecuali di kebun III 2 ha dan Kebun V 1,5 ha. Perhitung intensitas serangan penyakit busuk buah pala dengan pendekatan rumus IS = Jumalah buah terserang busuk / jumlah buah yang diamati dikalikan 100 % (Ditjenbun, 2017). Kategori serangan ditetapkan berdasarkan nilai intensitas serangan jika IS < 50 %, maka kategori serangan ringan. Apabila IS > 50 % kategori serangan berat.

Hasil

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terbukti bahwa buah-buah pala yang terserang penyakit busuk buah kering hampir semuanya pecah, padahal buah tersebut masih muda dan tidak biasa dimanfaatkan sama sekali untuk dijual. Ini berarti penyakit ini merupakan panykit yang sangat berarti karena mempengaruhi produksi pala. Penyakit busuk buah kering/mentah ditunjukan dengan pecahnya buah-buah pala yang masih muda yang diindikasikan dengan fuli atau bunga pala yang berwarna hampir seluruh putih. Buah-buah pala ini gugur sebelum waktunya. Serangan penyakit busuk buah kering menyebabkan perkembangan buah pada tidak normal.

Tabel 1. Intensitas serangan busuk buah kering di Kelurahan Gurabunga, Kecamatan Tidore

Lokasi Pengamatan

Intensitas serangan (%)

Luas serangan (ha)

Kategori serangan

Kebun I

6,70

1

Ringan

Kebun II

7,24

1

Ringan

Kebun III

6,80

2

Ringan

Kebun IV

13,33

1

Ringan

Kebun V

7,92

1,5

Ringan

Rata-rata IS = 8,40 %

Monitoring OPT Pala

Berdasarkan tabel di atas, intensitas serangan yang disebabkan oleh penyakit busuk buah kering di kelurahan Gurabunga terlihat cukup banyak. Sesuai hasil pengamatan dilapangan mulai pengamatan di kebun pertama hingga kebun kelima intensitas serangan rata-rata 8,40 %. Intensitas serangan penyakit busuk buah kering tergolongan kategori ringan. Menurut petani setempat gejala busuk buah kering sudah lama ada dan sangat merugikan mereka. Ternyata buah-buah busuk dibiarkan begitu saja di atas tanah, sehingga jamur penyebab penyakit ini tetap tersedia untuk melakukan infeksi pada musim buah berikutnya. Pada umumnya gejala penyakit pada buah yang terinfeksi terjadi perubahan warna menjadi coklat, daging buah busuk, lunak dan berair atau kebasah-basahan. Bila buah berkembang nampak buah seperti habis dimask air panas. Buah terserang pangkalnya, sehingga akan mudah jatuh ketanah.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil monitoring penyakit busuk buah pala di lapangan dapat disimpulkan bahwa intensitas serangan penyakit busuk buah pala di kelurahan Gurabunga masih kategori ringan (8,40 %) dengan luas serangan 6,5 ha. Penyebab penyakit busuk buah pala di kelurahan Gurabunga di indentifikasi secara morfologi yaitu Stigmina myristicae

Pustaka

Ditjen Perkebunan. 2017. Instruksi Kerja Pengamatan dan Pengendalian OPT Perkebunan. Direktorat Perlindungan                                       Perkebunan. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertaninan. Jakarta

Susun Oleh : Bibit Bakoh, SP


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 36
Total pengunjung : 6429

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Pertanian Passo Ambon
Telp. : (0911) 361203. Email : balaibesarambon@pertanian.go.id