KEMENTERIAN PERTANIAN - DIREKTORAT JENDRAL PERKEBUNAN

BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN AMBON

21/11/2018 - 11:29 AM
Selamat Datang Di Website BBPPTP Ambon     ASN BBPPTP Ambon Tidak Menerima Gratifikasi Dalam Pelaksanaan Tugas Sesuai Yang Berlaku

PALA ONIN DARI PULAU GOROM

Di Publish Pada : 07/11/2018 | Kategori : Perbenihan

Tanaman pala (Myristica spp.) adalah tanaman asli Indonesia dan termasuk tanaman perkebunan penting diantara tanaman rempah-rempah, dan menghasilkan dua produk bernilai ekonomi tinggi, yaitu biji pala dan fuli yang menyelimuti biji. Kedua produk tersebut menghasilkan minyak pala, atsiri, rempah, dan bahan obat. Indonesia merupakan Negara pengekspor biji pala dan fuli terbesar di pasaran dunia yaitu sekitar 60% dan sisanya dipenuhi dari negara lainnya seperti Grenada, India, Srilanka dan Papua New Guinea.

Daerah-daerah yang potensial untuk pengembangan pala adalah daerah penghasil pala utama di Indonesia seperti Maluku, Maluku Utara, Papua, Sulawesi Utara, Nangroe Aceh Darusalam, Sumatera Barat dan Jawa Barat. Luas areal pertanaman pala sebagian besar (99%) berasal dari perkebunan rakyat, sedangkan sisanya berasal dari perkebunan negara dan swasta. Pada umumnya tanaman pala yang dikelola oleh rakyat/petani merupakan tanaman pala yang telah berumur puluhan tahun bahkan ada yang ratusan tahun. Tanaman pala yang tumbuh diperkebunan rakyat atau petani umumnya belum pernah dilakukan pemuliaan tanaman untuk menghasilkan jenis varietas unggul dalam karakter produksi maupun kandungan minyak atsiri pala.

Tanaman pala, Myristica fragrans Houtt. merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari pulau Banda Maluku dan beberapa pulau Maluku lainnya. Dari enam jenis pala di Maluku (yaitu Myristica fragrans Houtt, Argentea Warb, Fattua Houtt, specioga Ware, Sucedona BL, dan malabarica Lam) yang memiliki arti ekonomis penting adalah Myristica fragrans. Populasi dan penyebaran menurut masing-masing varietas tersebut belum terdokumentasi dengan baik dan dapat diketahui dengan pasti, keragaman varietas tersebut merupakan jaminan sumber genetik pala yang sangat berharga untuk pengembangan ke depan.   

Jenis  M. fragrans Houtt. adalah jenis  yang berasal dari Kepulauan Banda, Pulau Ambon dan Pulau Seram Maluku. Spesies M. fragrans Houtt.(Pala Banda) merupakan jenis pala yang paling banyak dibudidayakan di Maluku karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dari pada jenis pala lainnya, kemudian M. argentea Warb. (pala papua) dan M. fatua Houtt. (pala hutan) yang kurang diminati karena produksinya rendah sehingga nilai ekonominyapun rendah.

Pulau Gorom yang terletak di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur adalah merupakan  sentra kebun tanaman pala di kabupaten ini. Keanekaragaman jenis  tanaman pala yang terdapat di Pulau Gorom telah diusahakan oleh masyarakat Pulau Gorom sebagai sumber pendapatan mereka sejak ratusan tahun lalu. Kepulauan Gorom letaknya sangat strategis yakni berada di garis katulistiwa. Lataknya tidak jauh dari wilayah Papua, dengan keberadaannya yang hampir di sebelah timur itu, maka Gorom disebut sebagai pulau Matahari terbit. Pulau Gorom terdiri dari dua Kecamatan adalah Gorom dan Gorom Timur masuk di dalam Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. Masyarakat Pulau Gorom yang rata-rata adalah petani pekebun dengan komoditi utamanya adalah pala, kelapa dan cengkih. Taman pala merupakan komoditi utama yang dibudidayakan oleh masyarakat Pulau Gorom. Jenis pala yang mereka budidayakan adalah pala Onin (Papua) pala Andan (Banda) dan pala Liat yang merupakan jenis pala hasil perkawinan silang pala jenis Onin dan Andan.  

Karena letak Pulau Gorom yang sangat dekat dengan wilayah Papua sehingga masyarakat Pulau Gorom sudah membudidayakan pala jenis Onin (Papua) sejak ratusan tahun lalu sehinggag jenis pala Onin lebih dominan dari jenis pala lainnya, Onin  sendiri adalah bahasa lokal masyarakat Gorom yang berarti Papua, sehingga jenis pala papua yang mereka tanam dinamakan pala Onin.

Pala Onin (Papua) memiliki karekateristik yaitu pohonnya lebih besar dari pada pala Banda dan dapat mencapai tinggi 15 sampai 20 m dengan daun yang tebal dan lebar, batang berwarna gelap atau sawo kehitaman. Bunga jantan berbentuk infloresens yang terdiri atas 3 sampai 5 bunga. Bunga betina ukurannya lebih kecil dari bunga jantan dan biasanya tunggal. Jenis pala ini  memiliki ciri khas dari buahnya yang besar dan lonjong.

 

 

 

 

 

 

 

Begitu pula dengan biji yang dihasilkan yang dapat mencapai ukuran panjang 4 cm. Buah terbelah saat mencapai umur masak.

 

 

 

 

 

 

 Daging buah yang tebal menjadikan pala Onin (Papua) sesuai untuk industri manisan dan asinan pala.   Bentuk buah pala Onin sangat khas yaitu lonjong besar dan warna kulit buah bila telah tua berwarna kecoklatan kasar.

 

 

 

 

 

 

Produksi rata-rata pala Onin adalah 6 kg kering /phn/tahun dengan masa panen 2 kali dalam setahun.

 

Oleh: Zulkifly Polpoke, S.ST

(PBT Ahli Pertama)


Agenda

Kritik Dan Saran

Pengunjung

Pengunjung hari ini : 14
Total pengunjung : 7377

Polling

Survey kepuasan website edit

Apakah website ini bermanfaat ?
Sangat Bermanfaat
Cukup Bermanfaat
Kadang Bermanfaat
Kurang Bermanfaat
Kurang Faedah

Galeri Foto

Galeri Video

Copyright © 2017 Direktorat Jenderal Perkebunan - Kementerian Pertanian
Jl. Pertanian Passo Ambon
Telp. : (0911) 361203. Email : balaibesarambon@pertanian.go.id