Kunjungan Kerja BRIN di Maluku | Sinergi Riset & Inovasi untuk Ketahanan Pangan Kepulauan
Diposting Ahad/Minggu, 16 Agustus 2026 05:08 pm
Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon menghadiri undangan Kunjungan Kerja Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Maluku.
Kegiatan ini mengusung agenda visitasi bertajuk “Membangun Konektivitas dan Memperkuat Ketahanan Pangan dalam Perspektif Provinsi Kepulauan”. Forum strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si., didampingi jajaran pejabat tinggi BRIN, yakni Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (Dr. Yopi) serta Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi (Dadan Moh. Nurjaman).
Fokus Utama & Isu Strategis
Pembahasan dalam kunjungan kerja ini berfokus pada perumusan kebijakan berbasis bukti untuk menjawab tantangan khas wilayah kepulauan:
-
Tantangan Logistik & Konektivitas: Wilayah kepulauan seperti Maluku memiliki kerentanan rantai pasok akibat ketergantungan pada transportasi laut dan kondisi cuaca ekstrem.
-
Inovasi Komoditas Lokal: Pemanfaatan teknologi budidaya dan pascapanen untuk komoditas unggulan rempah-rempah (pala dan cengkeh) serta pangan lokal (sagu dan umbi-umbian) guna mengurangi ketergantungan pada beras impor.
-
Penguatan Riset Daerah: Mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di kawasan timur Indonesia agar mampu mengoptimalkan potensi maritim dan agrikultur berbasis riset terapan.

Peran BBPPTP Ambon & Sinergi Inter-Instansi
Kehadiran BBPPTP Ambon dalam agenda ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam membangun sinergi lintas lembaga. Peran kuncinya meliputi:
-
Penyediaan Benih Unggul: Mengembangkan varietas tanaman perkebunan yang tahan terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem khas kepulauan.
-
Perlindungan Tanaman: Menerapkan teknologi pengendalian hama dan penyakit terpadu untuk menjaga produktivitas perkebunan rakyat.
-
Hilirisasi Hasil Riset: Mentransformasikan hasil riset laboratorium BRIN menjadi aplikasi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh petani di kepulauan terpencil.
Fakta & Informasi Menarik
-
Potensi Sagu Maluku: Sagu merupakan salah satu tanaman pangan paling tangguh terhadap perubahan iklim. Luasan hutan sagu di Maluku dan Papua merupakan salah satu yang terbesar di dunia, menjadikannya pilar utama ketahanan pangan non-beras.
-
Pusat Rempah Dunia: Kepulauan Maluku secara historis adalah pusat rempah dunia (Jalur Rempah). Penguatan riset perkebunan bertujuan mengembalikan kejayaan komoditas rempah Indonesia di pasar global dengan standar kualitas internasional.
-
Pendekatan Archipelagic Food Security: Model ketahanan pangan di wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan terintegrasi antara sektor pertanian darat dan sumber daya hayati laut (konsep blue-green economy).