Perkuat Posisi Tawar Penangkar, BBPPTP Ambon Fasilitasi Inisiasi Pembentukan Asosiasi Produsen Benih Maluku
Diposting Jumat, 20 Februari 2026 02:02 pmAMBON – Sebagai tindak lanjut konkret dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Penangkar Benih yang diselenggarakan pada Januari lalu, Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon menggelar pertemuan strategis pembentukan Tim Asosiasi Produsen Benih Maluku pada Jumat (20/02/2026). Bertempat di ruang rapat BBPPTP Ambon, pertemuan ini dihadiri oleh para produsen benih dari berbagai wilayah di Maluku yang berkomitmen untuk menyatukan visi dalam kemandirian benih lokal.
Pertemuan ini didasari oleh kebutuhan mendesak akan adanya wadah resmi yang menaungi para penangkar. Selama ini, para produsen benih bergerak secara individu, sehingga seringkali menghadapi kendala dalam akses informasi pengadaan, standarisasi harga, maupun penguatan kapasitas teknis. Dengan terbentuknya asosiasi ini, para penangkar diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memenuhi kebutuhan benih nasional, khususnya untuk komoditas unggulan seperti Pala, Cengkeh, dan Kakao.
Dalam diskusi yang berlangsung intensif, para peserta menyepakati pembentukan tim yang bertugas menyusun struktur organisasi dan legalitas asosiasi. Pihak BBPPTP Ambon menegaskan fungsinya sebagai fasilitator dan pembina teknis untuk memastikan bahwa asosiasi yang terbentuk memiliki standar operasional yang selaras dengan regulasi perbenihan.
Salah satu poin menarik dalam pertemuan ini adalah visi pengembangan jangka panjang asosiasi. Meski berawal dari sektor perkebunan, asosiasi ini diproyeksikan untuk meluas ke komoditas hortikultura serta komoditas pertanian lainnya, menyesuaikan dengan potensi besar wilayah kepulauan Maluku.
“Pembentukan asosiasi ini adalah inisiasi mewujudkan kemandirian benih di tanah Maluku. Kita ingin para penangkar lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama yang menjamin kualitas benih dari hulu hingga ke petani,” ungkap salah satu perwakilan tim teknis BBPPTP Ambon di sela-sela rapat.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi atas permasalahan distribusi dan ketersediaan benih bermutu di wilayah timur Indonesia, sekaligus mengembalikan kejayaan rempah melalui peran penangkar lokal yang profesional dan terorganisir.


