Kementan Genjot Swasembada Gula, 5,9 Miliar Mata Benih Tebu Disiapkan pada 2026
Diposting Jumat, 27 Maret 2026 05:03 amKementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya percepatan swasembada gula nasional melalui pengembangan tebu rakyat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyaluran bantuan benih tebu kepada para pekebun di berbagai daerah. Sepanjang 2025, Kementan telah menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu. Jumlah tersebut setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten di Indonesia.
Program penguatan benih tebu ini akan terus dilanjutkan pada 2026. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan untuk pengembangan tebu seluas 99.547 hektare dengan total 5,9 miliar mata benih, yang akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
Mentan Amran menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia. “Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan.” Tegas Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.
Ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tebu rakyat. Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat.
Ucap Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat “Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta pekebun agar penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Program ini dapat meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.”
Di balik hamparan ladang tebu rakyat, tersimpan harapan besar bagi kemandirian pangan bangsa. Setiap mata benih yang ditanam bukan hanya tentang menumbuhkan tanaman, tetapi juga menanam masa depan, masa depan swasembada gula Indonesia sekaligus kesejahteraan para pekebun yang selama ini menjadi penjaga manisnya negeri.





