BBPPTP Ambon Kawal Kesiapan Benih Kelapa Dalam Mendukung Hilirisasi di Maluku Tengah
Diposting Ahad/Minggu, 21 Juni 2026 03:06 pmMaluku Tengah – Merespons proyek hilirisasi fase kedua yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon bergerak cepat. Langkah taktis ini diambil menyusul rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa skala besar oleh Danantara dan PTPN I, yang menuntut jaminan pasokan bahan baku berkualitas dan berkelanjutan.
Guna memastikan kesiapan di hulu, BBPPTP Ambon menggelar agenda koordinasi dan evaluasi lapangan yang dipimpin langsung oleh Kepala BBPPTP Ambon, Dr. Kardiyono, S.TP., M.Si. Sinergi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, BBRMP Maluku, Dinas Teknis Kabupaten Maluku Tengah, serta mitra penyedia.
“Kami melakukan verifikasi ketat terhadap dokumen administrasi, asal-usul pohon induk, hingga manajemen proteksi tanaman di persemaian. Semua ini demi menjaga performa produksi kelapa dalam jangka panjang,” ujar Kardiyono.
Sebagai tindak lanjut konkret di lapangan, dinas teknis terkait di Kabupaten Maluku Tengah berkomitmen untuk segera merampungkan dan mengunci data Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Langkah krusial ini diambil agar distribusi benih nantinya dapat berjalan tepat sasaran dan meminimalkan potensi kendala di kemudian hari.
Di sisi lain, pihak mitra penyedia juga diwajibkan untuk memberikan pembaruan (update) status fisik benih secara berkala setiap minggu. Pengawasan ketat ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan vegetatif benih serta mendeteksi secara dini jika terdapat gejala serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Melalui langkah terintegrasi ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk mengawal ketat linimasa perluasan area tanam kelapa. Sinergi yang solid ini ditargetkan mampu memastikan bahwa hanya benih unggul, prima, dan bersertifikat resmi yang akan diterima oleh para petani di Maluku Tengah, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi suksesnya hilirisasi kelapa nasional.



