Melalui PENAS XVII, Kementan Dorong Pekebun Naik Kelas dengan Produk Bernilai Tambah
Diposting Selasa, 30 Juni 2026 07:06 amGorontalo – Kementerian Pertanian (Kementan) menjadikan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 sebagai momentum mempercepat hilirisasi perkebunan nasional. Berbagai produk olahan berbasis komoditas perkebunan yang ditampilkan pelaku usaha dari berbagai daerah menunjukkan bahwa pekebun Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi mulai berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka pasar baru, dan menggerakkan ekonomi perdesaan.
Transformasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi Kementan dalam memperkuat daya saing subsektor perkebunan. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, peningkatan produksi dinilai harus diikuti dengan pengembangan produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pekebun.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan dan hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun.
“PENAS bukan sekadar ajang pertemuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi menjadi wadah pembelajaran, pertukaran inovasi, dan penguatan jejaring usaha. Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha pertanian yang mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Mentan Amran.
Semangat tersebut terlihat dalam berbagai karya yang ditampilkan pada PENAS XVII. Pelaku usaha perkebunan menghadirkan beragam inovasi produk olahan, mulai dari gula aren dan gula semut, kopi olahan dari hulu hingga hilir, teh daun kopi, hingga berbagai produk berbasis kelapa yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan komoditas mentah.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi telah berkembang menjadi gerakan nyata di tingkat pekebun. Pengolahan hasil perkebunan tidak hanya meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat rantai nilai komoditas di daerah.





