Mentan Amran: Hilirisasi Perkebunan Harus Dimulai dari Benih Unggul dan Penguatan Sektor Hulu
Diposting Senin, 29 Juni 2026 08:06 amJakarta – Menteri Pertanian menegaskan bahwa hilirisasi perkebunan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan pekebun. Upaya tersebut harus didukung oleh penguatan sektor hulu, terutama melalui penyediaan benih unggul berkualitas dan bersertifikat.
Dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Tanaman Perkebunan di Jakarta, Rabu (17/6), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sub sektor perkebunan masih menjadi kontributor terbesar ekspor pertanian nasional. Pada 2025, nilai ekspor komoditas pertanian mencapai Rp756,7 triliun, dengan komoditas perkebunan menyumbang Rp712,4 triliun atau sekitar 94,14 persen.
“Perkebunan bukan hanya penghasil devisa negara, tetapi juga penggerak ekonomi daerah, penyedia lapangan kerja, dan penopang kesejahteraan masyarakat,” ujar Mentan Amran.
Meski memiliki potensi besar, optimalisasi sektor perkebunan memerlukan intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, BUMN, lembaga keuangan, akademisi, serta pelaku usaha di lapangan. Langkah tersebut mencakup perbaikan tata kelola, peningkatan produktivitas, penguatan pembiayaan, pemanfaatan teknologi, pengembangan hilirisasi, serta perluasan akses pasar.
Ia menekankan bahwa transformasi perkebunan harus dimulai dari sektor hulu. Menurutnya, peningkatan produksi nasional bergantung pada tiga faktor utama, yaitu penggunaan benih unggul, penerapan teknologi, dan pendampingan yang efektif kepada pekebun.
Saat ini, sebagian tanaman perkebunan rakyat masih menghadapi tantangan, berupa usia tanaman yang sudah tua, perubahan iklim serta penggunaan benih yang tidak terjamin mutunya. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas dan kualitas hasil.
Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan diminta mempercepat penyediaan benih sesuai prinsip 6 Tepat, yakni tepat varietas, tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat harga.




