Bebas Serangan Hama Oryctes: BBPPTP Ambon Terapkan Metarizium anisopliae
Diposting Rabu, 16 Juli 2025 09:07 amAmbon, 16 Juli 2025 – Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon terus berinovasi dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan bagi pengendalian hama perkebunan, khususnya Oryctes rhinoceros atau kumbang tanduk. Hama ini menjadi ancaman serius bagi perkebunan kelapa dan kelapa sawit karena dapat merusak titik tumbuh tanaman dan menurunkan produktivitas.
Sebagai alternatif pengendalian hayati, BBPPTP Ambon menerapkan penggunaan jamur entomopatogen Metarizium anisopliae yang terbukti efektif dalam menekan populasi larva Oryctes. Aplikasi dilakukan di lapangan dengan menaburkan spora jamur pada habitat alami hama, seperti batang lapuk dan kayu mati. Untuk menjamin efektivitasnya, tim pelindungan tanaman terlebih dahulu melakukan pemurnian in planta di Rumah Inokulasi dan Karantina (RIC), sehingga virulensi jamur tetap terjaga dan sesuai untuk kondisi tropis Maluku.
Di rumah kaca, tim BBPPTP Ambon menyiapkan media organik yang menyerupai habitat alami larva Oryctes. Metarizium anisopliae diaplikasikan dengan metode semprot pada dosis optimal, lalu dilakukan pemantauan intensif terhadap tingkat infeksi dan mortalitas. Hasilnya, larva yang terinfeksi menunjukkan gejala khas berupa tubuh kaku dan permukaan berwarna hijau akibat pertumbuhan jamur. Larva terinfeksi tersebut kemudian diisolasi di laboratorium untuk menghasilkan kultur murni yang siap diaplikasikan kembali di lapangan.
Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan efektivitas Metarizium anisopliae sebagai agen hayati, tetapi juga memperkuat strategi perlindungan tanaman perkebunan dengan pendekatan ramah lingkungan. Melalui riset terukur dan aplikasi lapangan yang berkelanjutan, BBPPTP Ambon berkomitmen mendukung keberlanjutan produksi kelapa dan sawit di Maluku, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.