Apel Pagi BBPPTP Ambon: Dorong Bimtek, Percepatan Realisasi Program, dan Pelepasan Varietas Cengkih Hutan
Diposting Senin, 25 Agustus 2025 08:08 amAmbon, 25 Agustus 2025 – Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon melaksanakan Apel Pagi yang dipimpin oleh Kepala BBPPTP Ambon, Dr. Kardiyono, S.T.P., M.Si. Dalam arahannya, Kardiyono menyampaikan sejumlah poin strategis terkait program prioritas yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan.
Pertama, BBPPTP Ambon akan memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) bagi peserta dari Fakfak serta pelaku usaha yang mengembangkan minyak kayu putih dan budidaya pala. Harapannya, bimtek ini dapat dilaksanakan secara luas dengan dukungan sarana, prasarana, mobilitas, dan tata kelola keuangan yang solid.
Kedua, dilakukan evaluasi atas kunjungan lapangan tim pelepasan varietas cengkih hutan. Hasil pengamatan terkait potensi yang ditemukan akan didiskusikan dengan tim perbenihan untuk menetapkan Pohon Induk Terpilih (PIT) , sehingga dapat menghasilkan benih unggul yang sesuai dengan standar.
Ketiga, Kardiyono menegaskan pentingnya percepatan realisasi kegiatan agar target rencana kerja minimal 70% dapat tercapai. Ia menekankan bahwa percepatan pelaksanaan kegiatan ini tetap berkonsentrasi pada output yang bermanfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, bidang perbenihan, pelindungan, serta bagian keuangan diminta terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi.
Keempat, BBPPTP Ambon juga mulai harus segera mempersiapkan perencanaan kegiatan untuk menyambut Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dari pusat, agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kelima, terkait realisasi padi gogo, Kardiyono mendorong peningkatan koordinasi antara liaison officer (LO) BBPPTP Ambon dengan dinas terkait di daerah. Data realisasi tanam harus segera diinput agar terjadi sinkronisasi antara kondisi lapangan dengan data rekapitulasi yang tersedia.
Melalui arahan tersebut, BBPPTP Ambon menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi sektor perbenihan dan pelindungan tanaman perkebunan, sekaligus mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.